World film market trends of the 2016

Pemprov : BOT Menguntungkan (Dapat 10 Persen dari Keuntungan)

Pemprov : BOT Menguntungkan (Dapat 10 Persen dari Keuntungan)

Pembangunan dengan sistem Build Operated Transfer (BOT) atau kerjasama bangun dinilai menguntungkan setiap daerah tak terkecuali untuk di Sumatera Selatan karena menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dimana dalam perjanjian BOT setiap daerah hanya mendapatkan 10 persen per tahun dari keuntungan pihak ketiga. Perjanjian ini baru berjalan ketiga pembangunan sudah mulai beroperasi.

Hal itu disampaikan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Ahmad Mukhlis, Minggu (18/2/2018)

Mukhlis menjelaskan, setiap BOT yang dilakukan memiliki nilai investasinya berbeda-beda tergantung pembangunannya. Selain itu juga sistem BOT ini merupakan alternative sistem pembangunan tanpa modal sehingga keuangan Pemprov Sumsel dapat dilakukan untuk keperluan lainnya.

Nantinya, setelah berjalan selama 30 tahun maka bangunan tersebut akan menjadi seutuhnya milik Pemprov Sumsel.

“Waktu pengambilalihan memang lama tapi kami selalu mengawasi agar kondisi tidak berubah bahkan kami selalu meminta laporan kepada pihak ketiga setiap tahunnya untuk mengecek ke sesuaian bangunan maupun PAD yang diberikan pihak ketiga selama beroperasi,” ujarnya.

Dikatakan Mukhlis, pihaknya juga meminta pihak ketiga untuk mentaatinya. Termasuk, jika ada perubahan bentuk bangunan maka diminta kepada pihak ketiga untuk mengembalikan ke kondisi semula.

“Karena itu, kami minta kepada pihak ketiga yang melakukan BOT agar berkonsultasi dan meminta izin terlebih dahulu jika akan melakukan perubahan bangunan dan lain sebagainya,”jelasnya.

Sejauh ini, BOT yang berjalan di Sumsel kurang dari 10 bangunan seperti Palembang Sport Convention Center (PSCC), sedangkan untuk Pasar Modern Cinde saat ini masih dalam proses pembangunan sehingga PAD belum dapat ditarik.

Mukhlis mencatat jika keuntungan yang diperoleh dari lahan parkir dan sewa lahan terhadap pembangunan yang telah di BOT kan baru berkisar Rp 6 Miliar. “ Memang sangat kecil tapi ini sudah sesuai dengan perjanjian BOT,” katanya.